TJKN LKPD 6 VLSM (Variable Length Subnet Masking)
Simak, perhatikan, dan catat point-point penting dari video yang di tayangkan oleh guru !
https://youtu.be/plPMsz8NgBI
Pada suatu hari, di suatu kota, terdapat sebuah perusahan PT.Teknologi Maju,
Pada perusahaan tersebut terdapat 4 Divisi yang berbeda diantara nya yaitu Divisi Finance, Divisi HRD, Divisi Marketing, dan Divisi IT. Perusahaan Teknologi Maju, ingin membangun jaringan pada perusahaan nya, sehingga nantinya setiap divisi bisa saling berkomunikasi.
Adapun alokasi kebutuhan yang akan disiapkan oleh perusahaan, pada setiap divisi nya yaitu :
Pada Divisi Finance akan terdapat 55 komputer
Pada Divisi HRD akan terdapat 44 komputer
Pada Divisi Marketing akan terdapat 110 komputer
Pada Divisi IT akan terdapat 1 komputer server
Masing masing divisi tersebut memiliki kebutuhan Host yang berbeda-beda.
Perusahaan PT. Teknologi Maju menginginkan pada jaringan nya nanti bukan hanya sekedar bisa saling terkoneksi saja pada setiap divisi nya, akan tetapi harus diperhatikan juga dari sisi kemanannya untuk selalu terjaga dan juga mudah didalam memanajemen jaringan tersebut.
Apabila anda menjadi administrator jaringan perusahaan tersebut, apa yang akan anda lakukan untuk mengatasi permasalahan diatas? Perhitungan seperti apa yang akan anda lakukan !
Dari cerita diatas, dapatkah anda memutuskan [C5] VLSM yang akan digunakan pada jaringan dengan baik dan benar!
JAWABAN:
Ringkasan kebutuhan
Divisi Marketing: 110 host
Divisi Finance: 55 host
Divisi HRD: 44 host
Divisi IT (server): 1 host
Total kebutuhan ~ 210 host — plus kita butuh ruang untuk subnet terpisah (keamanan & manajemen).
Langkah perhitungan VLSM (urut dari terbesar → terkecil)
1. Marketing (110 host)
Butuh ≥110 usable → usable → butuh 7 host-bit → /25 (total 128 alamat, 126 usable).
2. Finance (55 host)
Butuh ≥55 → usable → butuh 6 host-bit → /26 (total 64 alamat, 62 usable).
3. HRD (44 host)
Butuh ≥44 → usable → juga /26.
4. IT server (1 host)
Bisa pakai /30 (memberikan 2 usable IP — cukup untuk 1 server dan cadangan IP/management), atau kalau mau ekstrem minimal bisa gunakan /32 assign langsung ke host, tapi biasanya kita pakai /30 untuk subnet yang valid.
Karena alokasi di atas butuh total alamat lebih dari /24 jika dibuat subnet terpisah, aku gunakan blok 192.168.0.0/23 (mengandung 512 alamat: 192.168.0.0 — 192.168.1.255).
Alokasi final (urut dari awal blok)
> Basis: 192.168.0.0/23 (192.168.0.0 — 192.168.1.255)
1. DIVISI MARKETING — /25
Network: 192.168.0.0/25
Rentang alamat: 192.168.0.1 — 192.168.0.126 (usable)
Broadcast: 192.168.0.127
Total alamat: 128 → usable 126 (cukup untuk 110 host)
2. DIVISI FINANCE — /26
Network: 192.168.0.128/26
Rentang alamat: 192.168.0.129 — 192.168.0.190 (usable)
Broadcast: 192.168.0.191
Total alamat: 64 → usable 62 (cukup untuk 55 host)
3. DIVISI HRD — /26
Network: 192.168.0.192/26
Rentang alamat: 192.168.0.193 — 192.168.0.254 (usable)
Broadcast: 192.168.0.255
Total alamat: 64 → usable 62 (cukup untuk 44 host)
4. IT — Server (kecil) — /30
Network: 192.168.1.0/30
Rentang alamat: 192.168.1.1 — 192.168.1.2 (usable)
Broadcast: 192.168.1.3
(Pakailah 192.168.1.1 untuk server, 192.168.1.2 cadangan/management)
Sisa alamat di 192.168.1.4 — 192.168.1.255 masih kosong: bisa dipakai untuk VLAN manajemen, printer, Wi-Fi tamu, monitoring, future growth, dsb.
HASIL PRAKTIKUM:



Komentar
Posting Komentar