ASJ LKPD 6 REMOTE SERVER
. HASIL PENGAMATAN / ANALISIS:
Jelaskan fungsi dari SSH dalam administrasi server Linux! Mengapa SSH dianggap aman?
Bagaimana cara Anda memverifikasi bahwa konfigurasi IP Address statis pada Debian Server sudah berhasil?
Jika Anda tidak bisa ping dari klien ke server, apa saja kemungkinan penyebabnya?
Apa perbedaan antara login sebagai root dan login sebagai pengguna biasa (adminlab) di Linux? Kapan Anda akan menggunakan sudo?
Mengapa disarankan untuk menonaktifkan PermitRootLogin pada konfigurasi SSH?
Apa yang harus Anda lakukan di klien SSH jika Anda mengubah Port SSH di server dari 22 menjadi 2222?
Jawaban:
1. Fungsi SSH dan kenapa aman
SSH (Secure Shell) berfungsi untuk mengakses dan mengelola server Linux dari jarak jauh melalui koneksi yang terenkripsi. Jadi kamu bisa masuk ke server, menjalankan perintah, upload/download file, dan konfigurasi sistem dengan aman.
SSH dianggap aman karena:
Data dikirim dalam bentuk terenkripsi (cipher), bukan teks biasa.
Menggunakan autentikasi kunci publik dan privat, bukan sekadar password.
Melindungi dari sniffing atau penyadapan jaringan.
2. Cara verifikasi konfigurasi IP statis sudah berhasil
Ada beberapa cara buat ngecek, yaitu:
Jalankan perintah ip addr show atau ifconfig → pastikan IP yang kamu set muncul di interface yang benar.
Coba ping ke gateway atau perangkat lain di jaringan.
Jalankan cat /etc/network/interfaces (kalau pakai Debian lama) atau cat /etc/netplan/*.yaml (Debian baru) buat memastikan konfigurasi sesuai.
Kalau semua cocok dan koneksi lancar, berarti konfigurasi IP statisnya berhasil.
3. Tidak bisa ping dari klien ke server – kemungkinan penyebab
Beberapa alasan umum:
IP address salah atau belum dikonfigurasi dengan benar.
Kabel atau koneksi jaringan belum nyambung.
Firewall di server memblokir ICMP (ping).
Server atau klien belum ada di jaringan yang sama (beda subnet).
Layanan jaringan belum direstart setelah konfigurasi (systemctl restart networking).
4. Perbedaan root vs pengguna biasa (adminlab)
Root: pengguna tertinggi dengan akses penuh ke sistem. Bisa melakukan apa saja (termasuk hal berisiko).
Pengguna biasa (adminlab): dibatasi haknya, tidak bisa ubah file sistem tanpa izin.
Kamu pakai sudo ketika butuh menjalankan perintah dengan hak root sementara, misalnya untuk install paket atau ubah konfigurasi sistem, biar lebih aman daripada login langsung sebagai root.
5. Kenapa disarankan menonaktifkan PermitRootLogin di SSH
Karena kalau PermitRootLogin aktif, siapa pun bisa mencoba login langsung sebagai root lewat SSH — dan itu berbahaya banget.
Menonaktifkannya bikin server lebih aman, karena:
Hacker tidak bisa brute force langsung ke akun root.
Akses root hanya bisa lewat sudo, yang tercatat di log sistem.
6. Kalau port SSH diganti dari 22 ke 2222, apa yang dilakukan di klien?
Di sisi klien, kamu harus menyebutkan port baru saat konek ke server.
Contoh:
ssh -p 2222 user@alamat_server
atau kalau pakai file konfigurasi, ubah di /etc/ssh/ssh_config atau ~/.ssh/config bagian port-nya jadi 2222.
HASIL PENGUJIAN:
Screenshot konfigurasi IP Address di file /etc/network/interfaces:
Screenshot hasil ip a, ip r, dan cat /etc/resolv.conf.:
Screenshot hasil ping dari server ke host dan dari host ke server:
Screenshot jendela PuTTY/Terminal saat berhasil login SSH:
Screenshot bagian perubahan pada file /etc/ssh/sshd_config:







Komentar
Posting Komentar